KPK Dalami Transaksi Perbankan Kasus Korupsi di Lampung Tengah

- Senin, 11 Oktober 2021 | 20:04 WIB
Kronologi Wakil Ketua DPR RI Aziz Syamsuddin jadi Tersangka Maling Uang Rakyat, Sempat Ngaku Isoman, Dijemput Paksa dan Pakai Rompi Orange /Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTO/Pikiran rakyat
Kronologi Wakil Ketua DPR RI Aziz Syamsuddin jadi Tersangka Maling Uang Rakyat, Sempat Ngaku Isoman, Dijemput Paksa dan Pakai Rompi Orange /Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTO/Pikiran rakyat

HALUANPADANG.COM – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami sejumlah transaksi perbankan yang melibatkan sejumlah pihak yang diduga terlibat dalam perkara korupsi Lampung Tengah yang kini tengah diusut lembaga antirasuah.

Keterangan itu terkuak setelah penyidik antirasuah menggali saksi staf Bank Mandiri Bandar jaya, Fajar Arafadi. Ia diperiksa untuk tersangka eks Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin. Selama menjalani pemeriksaan, penyidik KPK meminjam kantor Polda Lampung.

"Yang bersangkutan hadir dan dikonfirmasi antara lain terkait dengan dugaan transaksi Perbankan dengan pihak-pihak lain yang terkait dengan perkara," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri.

Sedangkan saksi lainnya yakni, karyawan BUMN Neta Emilia belum diperiksa KPK. Ia tak hadir dan akan kembali dijadwalkan ulang oleh penyidik antirasuah.

Diketahui, Azis Syamsuddin menyuap eks Penyidik KPK dari unsur Polri AKP Stepanus Robin Pattuju. Suap itu bertujuan agar KPK tidak melanjutkan proses penyelidikan perkara di Lampung Tengah.

Robin dibantu oleh seorang advokat bernama Maskur Husein untuk menerima uang dari Azis mencapai Rp 3,1 miliar.

Azis menghubungi AKP Robin saat masih bertugas di KPK untuk mengurus kasus yang melibatkan Azis dan Aliza Gunado saat masih dalam tahap penyelidikan.

Aliza Gunado merupakan kader Partai Golkar yang pernah menjabat sebagai mantan Wakil Ketua Umum PP Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG).

Azis dan Aliza diminta oleh Maskur untuk menyiapkan uang Rp2 miliar. Keduanya pun akhirnya menyetujuinya. Maskur diduga meminta uang Rp 300 juta kepada Azis yang disebut sebagai uang muka.

"Untuk teknis pemberian uang dari AZ dilakukan melalui transfer rekening bank dengan menggunakan rekening bank milik MH. Selanjutnya SRP menyerahkan nomor rekening bank dimaksud kepada AZ," kata Ketua KPK Firli Bahuri, beberapa waktu lalu

Halaman:

Editor: Kevin Dennis

Sumber: Suara.com

Tags

Terkini

Terpopuler

X